Selasa, 06 Juli 2010

Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Selatan

Pertanian merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Selatan. Pada sub sektor pertanian tanaman pangan komoditi utama yang dikembangkan adalah padi sawah dan padi sebagian lagi adalah palawija. Lahan yang digunakan dalam rangka memproduksi tanaman pangan pada umumnya menggunakan lahan sawah yang terdiri dari lahan basah dan perairan pasang surut.

Dengan luas areal produksi (panen) 397.998 ha hasil produksi padi tahun 2004 mencapai 1.403.250 ton. Sedangkan pada tanaman jagung, dengan luas areal produksi mencapai 15.491 ha, dapat memproduksi jagLingsebanyak45.686 ton. Kacang kedelai dengan luas areal produksi mencapai 4.382 ha dapat memproduksi 5,423 ton, tanaman singkong dan umbi-umbian merah dengan luas areal produksi mencapai 7.345 ha dapat memproduksi sebanyak 88.779 ton.

Selain mengembangkan sektor pertanian, Provinsi Kalimantan Selatan juga mempunyai sektor perkebunan baik yang dikelola perusahaan besar swasta dan pemerintah perkebunan yang dikelola rakyat pada bersifat campuran dan hanya seluruh komoditi utama, sedangkan perkebunan yang dikelola oleh pemerintah adalah komoditi perusahaan besar swasta adalah kelapa sawit. Perkebunan karet dengan luas areal memproduksi sebanyak 91.406,42 ton, teh dengan areal produksi 1.499 ha memproduksi teh sebanyak 244,98 ton. Perkebunan kopi dengan luas areal 5.970 ha memproduksi sebanyak 2.223,66 ton. Perkebunan sawit dengan luas areal memproduksi 303.085,59 ton. Perkebunan dengan luas areal 3.515 ha memproduksi 160.753 ha memproduksi 303.085.599 ton. Perkebunan kakao luas areal 3.515 ha memproduksi 484,32 ton. Perkebunan lada dengan luas areal 1.165 ha memproduksi 634,24 ton, Perkebunan vanili dengan luas areal 6 ha memproduksi 2,63 ton dan perkebunan kelapa dengan luas areal 45.334 ha dapat memproduksi 31.582,85 ton.

Pada sub sektor kehutanan hutan rakyat guna menunjang pembangunan hutan yang berkelanjutan. Selain itu juga telah dikembangkan HTI dan HPH. Luas areal hutan di Provinsi Kalimantan Selatan adalah 1.659.003 ha termasuk didalamnya; hutan lindung, hutan alam, hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas, hutan konversi dan hutan bakau. Luas lahan kritis adalah sebesar 500.077 ha dan luas lahan reboisasi alam14.454 ha.

Produksi sektor kehutanan terdiri dari dua jenis yaitu kayu dan non kayu. Hasil hutan non HPH berupa kayu bulat pada tahun 2004 adalah sebesar 719.980,01 m³ dan kayu olahan sebesar 1.568.715,38 m³. Produksi rotan adalah sebesar 239.206 ton; produksi kayu manis adalah sebesar 1.056 ton, produksi karet adalah sebesar 91.406 ton.

Sektor perikanan yang meliputi perikanan laut dan perikanan darat juga dikembangkan oleh provinsi ini. Khusus perikanan laut hanya terdapat pada 5 kabupaten yaitu: Kabupaten Batola, Banjar, Tala, Tanah Bumbu dan Kota Baru. Perikanan laut dikembangkan oleh sekitar 8.929 kepala keluarga, menggunakan 9.598 unit kapal penangkap ikan dengan total tangkapan mencapai ± 116.375 ton. Sedangkan dalam upaya pengembangan perikanan darat dilakukan melalui tambak, kolam dan keramba. Total produksi perikanan darat mencapai 11.706 ton yang terdiri dari tambak dengan luas areal 663,80 ha dengan produksi mencapai 3.830,90 ton; Kolam dengan luas areal 598,91 ha dengan produksi 2.871, 50 ton. Keramba dengan jumlah sebanyak 3.360 unit memproduksi 5.005 ton.

Sub sektor peternakan di Provinsi Kalimantan Selatan dikembangkan 3 (tiga) jenis ternak yang terdiri dari ternak besar (sapi, kerbau, kuda), ternak kecil (kambing, domba, babi) dan jenis unggas (ayam dan itik). Produksi total daging dari jenis ternak besar menghasilkan daging sebanyak 6.703.428 kg yang antara lain terdiri dari:
• Sapi dengan jumlah populasi 173,648 ekor memproduksi 5.881.834 kg;
• Kerbau dengan jumlah populasi 38.488 ekor memproduksi 819.040 kg;
• Kuda dengan jumlah populasi 794 ekor memproduksi 2.554 kg.

Produksi total daging dari jenis ternak kecil menghasilkan daging sebanyak 602.925 kg yang antara lain terdiri dari:
• Kambing dengan jumlah populasi 91.911 ekor memproduksi 370.613 kg;
• Domba dengan jumlah populasi 3.419 ekor memproduksi 27.574 kg;
• Babi dengan jumlah populasi 6.523 memproduksi 204.738 kg.
Sedangkan produksi total dari jenis menghasilkan daging sebanyak 18.699.466 kg dan telur sebanyak 37.217.980 butir.

Sektor pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan di dominasi oleh migas dan batu bara, namun migas cenderung mengalami penurunan, batu bara justru mengalami peningkatan yang cepat. Produksi batu bara pada tahun 2O04 mencapai 45.032.100 m3 ton dengan peningkatan mencapai 7% dari tahun 2003 yang hanya mencapai 41.344.695 m³ ton, sedangkan produksi minyak mentah 394.976.000 ton dan produksi gas alam sebanyak 23.240,50 ton.

Potensi tambang di Kalimantan Selatan du jekinpokkan dalam 3 kelompok yaitu: tambang golongan A, tambang golongan B, dan tambang golongan C. Kelompok tambang golongan A antara lain terdiri dari batubara dengan potensi cadangan sebanyak 5,6 miliar ton, Minyak bumi dengan potensi cadangan sebanyak 101.974.400 m³, dan biji nikel dengan potensi cadangan sebesar 42.242.000 ton. Kelompok tambang golongan B antara lain terdiri dari biji besi dengan potensi cadangangan sebanyak 194.817.800 ton, biji mas dengan potensi cadangan sebanyak 23.227.517 ton, krikil berntan dengan potensi cadangan sebanyak 23.154.000 ton. Kelompok tambang golongan C antara lain terdiri dari batu gamping dengan potensi cadangan sebanyak 10.291.116.760 ton, marmer dengan potensi cadangan sebanyak 1.236.097.000 m³ , kaolin dengan potensi cadangan sebanyak 194.187.800 ton

Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar